Assalamu'alaikum......
Pa kabar woy??
Hmm.. Mw nulis gak ada inspirasi nih, kira-kira nyari inspirasi dimana ya??
Di bawah kasur gk dapet, di dapur malah bikin laper, di kamar jadi ngantuk, trus dimana??
Ada yang bilang, "kalau mau nyari inspirasi, pas lagi buang air aja, pasti dapet." bener gak ya?? Wallahu'alam. Tapi ana sering juga dapet inspirasi waktu dikamar mandi. Tapi ya lucu juga kalo' tiap butuh inspirasi lari dulu ke kamar mandi, hahaha...
iya kalo' lagi kebelet, lha kalo' nggak gimana? Masa' harus nunggu sakit perut dulu? Kelamaan laaah...
Trus, dimana dong nyari inspirasi? Ana juga gag tahu, ni juga lagi bingung di mana nyari inspirasi. Di mana sih kamu??
Dimana Inspirasi???
Maling Edan
Ehm ehm..
Hanyfa mo bagi-bagi naskah drama nih..
Naskah ini ana buat ketika ada tugas drama waktu pelajaran Bahasa Indonesia. Tugasnya ntu disuruh menampilkan drama komedi dengan tema apa aja. Nah.. karena yang disuruh cuman menampilkan drama, jadi naskahnya nggak di kumpulkan deh..
Ana dapet inspirasi tentang cerita dalam drama ini pada saat-saat mepet, jadi waktu itu ana nggak masuk sekolah karena sakit, padahal dramanya harus dipentaskan 2 hari setelahnya, mana waktu itu belum siap apa-apa, naskah belum ada, idepun belum dapet, ana lagi sakit, mana temen-temen pada nyantai, (hhehe.. afwan kawan), pokoknya dah gk tau harus gimana. Eh,, tiba-tiba, ketika malam-malam, ana nggak bisa tidur, dan sibuk sms-an ama kawan, dan udah males mikirin tentang tugas itu, eh,, tiba-tiba (kok diulang lagi ya?) ada ide yang muncul, ada inspirasi yang keluar dari otak ana, CLING!! (gitu bunyinya, hhehe..☺) Langsung buru-buru ana ngambil buku, langsung tangan ana bereaksi kayak pendekar silat, cret cret cret (emang mencret??). Ana tulis tu ide, cepet-cepet ana tulis mumpung masih anget, nti lw udah dingin malah lupa (ha??????). Weh, pokoknya super kilat ana nulis tu naskah. Ide ngalir aja kayak aer kran yang bocor (hhehe..) dan akhirnya terselesaikan dalam waktu kurang dari 10 MENIT!! Kagak nyangka ana, padahal ntu tugas udah hampir 2 minggu nggak tersentuh karena gak ada ide, dan ternyata bisa selesai dalam waktu singkat, keren gak tuh? ( :P wkwkwkwk..) Namanya juga orang awam, bangga dikit tak apa
Drama ini terdiri dari 4 tokoh, tapi yang paling banyak berperan hanya 2 tokoh aja. Drama ini bercerita tentang 2 orang maling (pencuri) yang rada-rada aneh gitu, yang pastinya berniat mencuri sebuah rumah, eh, maksudnya bukan rumahnya lho yang mau dicuri, tapi isinya, ya udah deh, langsung aja ana kasih nih naskahnya. Tapi ya,, namanya masih belajar, jadi ya pasti masih banyak kekurangan, jadi terserah nanti apa pendapat anda yang baca ya..
Dila...
Dila, itulah namanya. Gadis ROHIS berjilbab satu ini cukup dikenal di sekolahnya. Bukan karena kecantikan, kekayaan, atau yang lainnya, namun ternyata ia terkenal karena mulutnya. Ha? Mulut? Emang kenapa tu mulutnya? Apa segitu seksinya sampai-sampai dia terkenal karena mulutnya? Ternyata itu pun salah, gadis satu ini terkenal karena mulutnya yang tidak bisa mengerem kata-kata. Telah banyak orang yang sakit hati dan jengkel dengannya. Sudah banyak orang yang sedih karena terbongkar rahasianya, dan semua itu karena Dila.
Sebenarnya, ia tidak bermaksud demikian. Ia tidak pernah bermaksud menyakiti perasaan orang lain, ia tidak pernah bermaksud membeberkan rahasia kepada orang lain. Ia pun terkadang merasa sedih dan bersalah karena keteledorannya, karena ia tidak bisa menjaga lisannya, sudah banyak usaha yang ia lakukan untuk hati-hati dalam berbicara,namun ada saja yang membuat dia keceplosan mengatakan hal yang mestinya tidak ia ucapkan.
Suatu ketika, di siang hari yang begitu terik, Dila dan sahabat karibnya, Rara, berjalan bersama menuju kantin sekolah. Tak ketinggalan obrolan-obrolan anak remaja mengikuti mereka. Banyak yang dibicarakan, dari urusan kelas, sampai satu sekolahan mereka bicarakan,
“Akhir-akhir ini kayaknya sekolah kita tambah aneh aja ya?” kata Dila
“Maksudnya?”
“Ya perhatiin aja deh, siswa-siswanya, tambah ancur. Ada yang pake-pake make up berlebihan, ada yang rambutnya di model gak karuan, ada yang jilbaban tapi lehernya keliatan, aneh-aneh lah pokoknya. Apalagi si Radit tu, udah tau item tapi rambutnya pake di merah-merahin segala. Sok kebule-bulean, apa gak pernah ngaca ya anak itu, sampai-sampai dia gak tahu seberapa anehnya dia dengan rambut jigrak merahnya itu. Aneh tau gak sih..”
“Hush! Kamu ini gimana si Dil, terserah mereka dong mau gimana aja, itu kan hak mereka yang punya badan, punya muka, punya rambut,kenapa kamu mesti sibuk gitu?”
“Bukannya sibuk Ra, tapi kan…” Dila menghentikan kalimatnya, matanya tercengang melihat Radit yang sepertinya sudah memperhatikan mereka dari tadi. Anak XI IPA 3 itu terlihat malu, marah, dan sedih. Astaghfirullah… batin Dila, ia tahu akan terjadi sebuah masalah.
“Dit…” kata Dila, Rara yang sedari tadi bingung melihat Dila yang bengong kayak ayam dipotong mengerti yang terjadi. Ia pun khawatir akan sahabatnya yang suka asal ceplas-ceplos itu.
“Afwan ya…, ya ampun Dit, aku gak tahu kalo kamu disini, aduh…” kata Dila terbata-bata.
Namun sepertinya Radit tak mau mendengar apapun dari Dila, dengan wajah merah ia berlalu dari kantin sekolah yang ramai itu.
“Dit!” panggil Dila dan Rara hampir bersamaan. Namun Radit tidak menghiraukannya. Dila tampak pucat, ia tak tahu lagi apa yang harus ia lakukan. Rasa dag dig dug mulai menerpa hatinya. Rasanya ingin ia menampar sendiri mulutnya itu. Rara menghiburnya, “Aduh Dil, Dil. Kamu si ngomong ga dipikir dulu. Ini kan di kantin, banyak orang. Nanti kita minta maaf bareng-bareng ya, tapi jangan hari ini, pasti dia gak mau ngomong ama kita.” Dila mengangguk, bingung. Namun ia membenarkan kata-kata Rara. Besok, ia akan minta maaf.
Indah Dunia
Indahnya dunia
Berarti banyak untuk kita
Semua rahasia penciptaan
Lihatlah seluruh alam
Lihat tumbuh dan hewan
Indah penciptaan
Tempat syukur yang dalam
Sadarkah semua rahasia?
Sadarkah akan ciptaNya?
Sungguh rugi jika hanya diam
Sungguh lalai jika diabaikan
Tidakkah sadar kita
Akan keMaha BesaranNya?
Nikmat mana yang kau dustakan?
Yang mana lagi buatmu ingkar?
Matamu telah dibukakan, masihkah hitam?
Telah banyak diberi pelajaran, masihkah buta?
Sungguh,
indahnya penciptaan, indahnya pengadaan,
inilah kuasa Tuhan.
Rasa Ini adalah...

Bingung..
Ntah kenapa, hati ini terus bergejolak
Rindu mungkin
Rasa yang tlah lama tak kurasa
Rasa yang dulu pernah ada namun hilang
Rasa yang membuat hati penuh warna
Penuh cinta
Penuh damba
Kini kembali datang
Bahagia rasanya
Bisa merasakan lagi betapa besar cinta-Nya
Aku dimabuk asmara
Asmara kepada Allah Azza wa Jalla
Cinta diatas cinta
Lambungkan angan tuk dibawa ke surga
Rindu akan wajah-Nya
Rindu kasih sayang-Nya
Semua serasa indah
Serasa tiada amarah
Aku merasa dekat
Begitu dekat
Hingga cinta tak terbendung
Hingga hati menggebu
Hingga fikir tak henti berfikir
Inilah cinta
Cinta yang kudamba
Cinta yang nyata
Cinta yang tak kan sirna
Ingin ku ungkap semua
Berharap ini abadi
Jangan sampai pergi lagi
Inilah yang kudamba
Cinta dari sang Maha Pencipta
Cinta dari Robb yang Maha Mulia
Cinta hamba kepada Tuhannya
Ya Allah,,
Peliharalah cinta ini
Abadikanlah rasa ini
Aku ingin selalu merasakan cintaMu
Hingga nanti ku bertemu denganMu
Jangan biarkan cinta ini hilang
Jangan biarkan cinta ini pergi
Abadikan Ya Allah,,
Aku tak ingin Engkau menjauh..
Ku ingin cinta ini abadi, untukMu
Selamanya..
Amin












