Padamu yang Memberiku Cinta
Oleh: Nanda Hanyfa
Maulida
Dimana lagi cinta tumbuh menawan indah, jika bukan darimu wahai sosok wanita yang berada di sana
Dimana lagi cinta tumbuh menawan indah, jika bukan darimu wahai sosok wanita yang berada di sana
Seringai kebahagiaan pernah terlukis,
dulu, kala bibir kecilku lontarkan tangis indah untukmu
Tak ada isak, meski hancur tubuhmu,
membawa kami selama itu
Dan kini, bahkan ku pun tak mampu
ucapkan, cinta...
Kasih
dan cinta yang kau berikan selama ini, mungkin tiada lagi kubisa balaskannya
Letih yang kau rasa hingga kini, mungkin tak lagi aku mampu menanggungnya
Siapa pula yang suruh kau begitu, tiada aku meminta, namun begitulah kau rela memberikannya
Tiada satupun insan yang memaksamu mencinta sepenuh jiwa, namun naluri hatimu menuntunmu tuk berikan segalanya
Tangis yang kau nyanyikan bersama hujan, tiada tahu berkat siapa
Doa yang kau titipkan pada angin malam itu, tiada pula yang tahu untuk siapa
Rindu yang kau utarakan pada sabit indah disana, tiada mengerti kepada siapa
Namun getaran itu disini terasa,
ketika tangis itu karenaku yang sakitimu, doa indah itu terlantun merdu untukku, serta rindu terekam dalam atas hadirku, bahkan amarah yang berkecamuk dalam diammu itu menjadi kasih yang menggebu,
aku rasakan itu, malaikatku
Karena murka dalam dirimu tak sebanding dengan luasnya cinta yang diradiasikan hatimu,
kepada kami, untuk kami...
Maafkan,
insan yang belum mampu berikan cinta
Letih yang kau rasa hingga kini, mungkin tak lagi aku mampu menanggungnya
Siapa pula yang suruh kau begitu, tiada aku meminta, namun begitulah kau rela memberikannya
Tiada satupun insan yang memaksamu mencinta sepenuh jiwa, namun naluri hatimu menuntunmu tuk berikan segalanya
Tangis yang kau nyanyikan bersama hujan, tiada tahu berkat siapa
Doa yang kau titipkan pada angin malam itu, tiada pula yang tahu untuk siapa
Rindu yang kau utarakan pada sabit indah disana, tiada mengerti kepada siapa
Namun getaran itu disini terasa,
ketika tangis itu karenaku yang sakitimu, doa indah itu terlantun merdu untukku, serta rindu terekam dalam atas hadirku, bahkan amarah yang berkecamuk dalam diammu itu menjadi kasih yang menggebu,
aku rasakan itu, malaikatku
Karena murka dalam dirimu tak sebanding dengan luasnya cinta yang diradiasikan hatimu,
kepada kami, untuk kami...
Maafkan,
insan yang belum mampu berikan cinta
seperti halnya engkau berikan seluruh hatimu
Maafkan,
diri yang terlalu sering sakitimu
sebabkan mengalirnya air matamu
Terimakasih,
atas hangatnya syurga dalam duniaku yang hina
atas untaian cinta yang tak pernah hilang dalam masa
atas sejuknya kata indah dalam doamu,
duhai malaikatku,
duhai...
Ibunda...
Maafkan,
diri yang terlalu sering sakitimu
sebabkan mengalirnya air matamu
Terimakasih,
atas hangatnya syurga dalam duniaku yang hina
atas untaian cinta yang tak pernah hilang dalam masa
atas sejuknya kata indah dalam doamu,
duhai malaikatku,
duhai...
Ibunda...















