Ramadhan.
Ah, betapa bertumpah ruahnya bahagia ini jika ingat akan bertemu kembali dengan Ramadhan. Hati berbunga-bunga, tak sabar untuk bertemu dengannya. Rasa rindu yang membuncah dalam diri, tak terasa akan terobati beberapa waktu lagi. Betapa luar biasanya rasa ini, rasa cinta kepada Allahu rabbul izzati yang menumpuk membuat keindahan Ramadhan tak mampu terungkap dengan kata dan lisan yang terbatas ini.
Berfikir tentang datangnya ramadhan bagaikan berfikir tentang seorang kekasih yang berada jauh disana dan berniat untuk datang berkunjung menemui kita setelah lama tidak berjumpa.
Menunggunya menumbuhkan kerinduan yang luar biasa dalam dan menumpuk membuat fikiran ini tak tenang sangking kangennya. Semakin dekat hari itu datang, semakin tak karuan rasa yang hadir dalam hati.
Bertemu dengannya membahagiakan jiwa serta kalbu dan membuat hati ini tersipu malu.
Berjalan bersamanya menimbulkan kebahagiaan dan rasa berbunga-bunga dalam jiwa.
Bersenda gurau dengannya membuat hati semakin tresno kepadanya dan ingin selalu berlama-lama dengan dirinya.
Mengenalnya lebih jauh membuat decak kagum yang luar biasa karena begitu luarbiasanya kemuliaan yang ia punya.
Menikmati malam berdua dengannya semakin menambahkan rasa cinta di hati dan fikiran kita kepada Allahu Rabbul Izzati.
Berfikir untuk berpisah dengannya membuat sedih diri yang beriman, terasa begitu berat dan sulit untuk berpisah dan selalu berharap untuk bisa bertemu kembali di tahun selanjutnya.
Ramadhan adalah hadiah terindah sebagai bukti cinta yang luar biasa dari sang Maha Pencinta, Kekasih terindah, Allah Azza wa Jalla. Berjuta ampunan, berjuta maaf ia bukakan untuk para hambanya yang amat ia cinta. Milyaran kebaikan, berkah, dan pahala ia berikan untuk para beriman yang mengharap rahmat dari-Nya. Ia turunkan para malaikat untuk mendoakan mereka-mereka yang berpuasa, Ia kunjungi hambaNya yang beriman dengan keberkahan dan keridhoannya. Ia kabulkan doa para muslimin dan muslimat di Ramadhan ini, memberikan seluruh cintanya dengan Lailatul Qadr tertumpah pada akhir malamnya. Subhanallah… It’s Allah’s Love.
Teringat Rasulullah dan para sahabat yang selalu menyambut dengan gembira kedatangan ramadhan, beribu syukur mereka haturkan karena akhirnya dapat bertemu kembali dengan bulan yang paling ditunggu, yang paling dinanti. Kebahagiaan bertumpah ruah karena tiba waktu untuk bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah, Ramadhan yang begitu indah, tak sabar berjumpa engkau kembali.
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu:
Adalah Rasulullah SAW memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda, "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa'." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i)
Dari Ubadah bin AshShamit, bahwa Rasulullah bersabda:
"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, AIlah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do'a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini. " (HR.Ath-Thabrani, dan para periwayatnya terpercaya).
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda:
"Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu: bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi, para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka, Allah Azza Wa Jalla setiap hari menghiasi Surga-Nya lalu berfirman (kepada Surga),'Hampir tiba saatnya para hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu, 'pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan diberikan kepada ummatku ampunan pada akhir malam. "Beliau ditanya, 'Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul Qadar' Jawab beliau, 'Tidak. Namun ovang yang beramal tentu diberi balasannya jika menyelesaikan amalnya.' " (HR. Ahmad)”
Subhanallah…
Ramadhan…, I miss U so much.,
Ya Allah, please give me a chance to meet Ramadhan this year, amin…(AKQ)












0 komentar:
Poskan Komentar
So??
Apa pendapat Anda?