"Ahlan wa sahlan on Hanyfa's Blog...!"
| More

Lepaskan yang Buruk Untuk Dapatkan yang Baik

.


Assalamu'alaikum ikhwah fillah...
Apa kabar antum semua?
Semoga nikmat iman selalu menemani langkah hidup kita, Aamiin...

Kita semua pasti memiliki sesuatu yang penting yang amat dicintai. Entah itu pekerjaan, benda, manusia ataupun hal-hal lainnya yang berbau minat dan hobi hingga tak ingin melepaskan dan meninggalkannya. Setiap manusia pun pasti memiliki sesuatu yang amat ia benci dan tak ingin mendekati atau bahkan melihatnya. Namun terkadang, tak jarang kita harus melepaskan sesuatu yang amat kita cintai dan sayangi itu karena keburukan yang ada di dalamnya untuk menuju sesuatu yang mungkin tak begitu kita sukai namun baik untuk kita.

Ada sebuah kisah, tentang seorang anak kecil yang sedang bermain-main dengan sebuah vas bunga yang sangat mahal. Ia memasukkan tanggannya ke dalam vas bunga dan ..ops.. tidak dapat menariknya keluar kembali. Ia mulai menangis dan menarik perhatian ayahnya. Sang ayah mencoba membantu sekuat tenaga menarik tangan anaknya dari vas bunga, namun gagal. Setelah beberapa kali mencoba dan gagal, akhirnya mereka berpikir untuk memecahkan saja vas bunga mahal itu.


Tapi tiba-tiba, sang ayah mendapat ide, "Nah begini saja anakku, kita coba sekali lagi. Lepaskan genggaman tanganmu yang ada di dalam vas itu. Luruskan telapak tanganmu seperti ini, " kata sang ayah sambil menunjukkan telapak tangannya. "Lalu ..hopla..tariklah keluar."

Mendengar itu si anak malah merengek yang membuat sang ayah keheranan. Katanya, "Nggak bisa yah! Aku nggak bisa melepaskan genggamanku karena nanti uang receh yang aku pegang ini bisa terlepas lagi."

Haha... mungkin kita akan tertawa ketika membaca cerita tadi, namun sadarkah kita bahwa terkadang kita pun bertingkah seperti anak kecil tadi? Mempertahankan uang receh yang tak seberapa dengan mempertaruhkan hal yang jauh lebih besar. Seringkali kita terlalu sibuk mempertahankan hal yang sangat kita cintai sehingga menjadi tersesat dan tersungkur masuk ke dalam kenistaan. Terlalu mencintai suatu hal hingga lupa bahwa ada Ia Yang Maha Cinta. Terlalu hanyut dalam kesenangan dunia dan melupakan akhirat. Na'udzubillah min dzalik

Kisah lainnya berasal dari penyanyi nasyid favorite ana, bang Maher Zain.
Antum kenal Maher Zain kan? Pastinya kenal dong, kan barusan maen ke Indonesia :). Mungkin beberapa diantara kita pun sudah ada yang mengetahui kisah hidup si pendendang lagu Alhamdulillah ini. Kisah hidup yang luar biasa yang membawanya hingga seperti saat ini. Ia pun memiliki hal yang begitu dicintainya; musik. Sedari kecil ia telah dikelilingi oleh berbagai hal berbau musik, hingga ia merasa musik telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam dirinya.

Umur 8 tahun, Maher pindah ke Swedia, melanjutkan sekolah hingga mendapatkan gelas sarjana. Dan musik tetap melekat dalam dirinya. Ketika remaja bahkan ia sering menghabiskan malam bersama teman-temannya untuk bermain dan bereksperimen dengan musik. Lalu ia bekerja sebagai produser musik di sana hingga ia dikenalkan dengan RedOne, salah satu produser ternama di Swedia lalu bekerja dengannya. Kemudian oleh RedOne ia diajak ke New York untuk bekerja. Tentu saja pada saat itu Maher tidak mampu menolaknya, karena ia pun berfikir, itu akan menjadikan impiannya menjadi nyata. Membayangkan ia bekerja di industri musik profesional, berfikir mendapatkan uang yang banyak, dikelilingi musisi-musisi serta penyanyi terkenal dunia, VIP parties, serta kemewahan lainnya membuatnya tidak mampu berkata tidak untuk itu semua. Maka pergilah ia kesana, dan ia berfikir akan menemukan kebahagiaan.

Setelah beberapa waktu bekerja di sana, bertemu dengan banyak orang (bang Maher sempet duet ma Lady Gaga lho :D ), ia mulai melihat kebenaran di balik semuanya. Ia merasa senang bekerja di musik bersama RedOne, namun ia tidak menyukai situasi dan suasana di sana. Kemewahan, pesta pora, keanehan, semua hal seputar musik membuatnya terganggu. Ia merasa dalam dirinya, bahwa ia melakukan sesuatu yang salah. Dan kesadarannya ini menantangnya untuk memilih, antara tinggal atau pergi dari tempat itu, untuk tetap bekerja di sana, atau pergi. Ia sadar bahwa semua yang ada di sekitar dirinya, temannya, pekerjaanya, semua berhubungan dengan musik, dan ia sangat mencintainya. Jika ia meninggalkannya maka ia akan meninggalkan kehidupannya, teman-temannya, pekerjaanya dan memulainya lagi dari awal. Ia merasa bimbang untuk memilih, hingga akhirnya ia kembali ke Swedia.

Dalam perjalanan pulangnya, Maher bertemu dengan seseorang yang mengajaknya mengikuti pengajian di Masjid, khusus untuk pemuda. Berkumpul dengan mereka membuatnya nyaman dan tenang. Ia ceritakan kisah hidupnya, kehidupan yang pernah dijalaninya, ia ceritakan pekerjaannya di bidang musik dengan segala hal yang ada di dalamnya, dan mereka mengatakan kepadanya bahwa musik seperti itu haram dan menasehatinya untuk tidak kembali kesana lagi.

Dalam majlis itu ia seperti mendapatkan kembali sesuatu yang hilang dari hidupnya. Sesuatu yang ia lupakan dan tak pernah datang sebelumnya. Ia perdalam pengetahuan agamanya, ia perbaiki bacaan arabnya, hingga ia pun merasa nyaman berada dalam majlis itu. Namun masih ada konflik yang terjadi dalam batinnya. Di satu sisi ia berkata, "how could you leave music, the fame, the money, and stop working with the most famous distributors in the world? how could you leave what you love the most in life?!", namun di sisi lain, hati nuraninya, fitrahnya mengatakan padanya,"be honest with your self, choose the right thing to do, and you know what it is. That will help you in your future, in the after life and your religion". hal itu adalah tantangan tersulit yang harus dia pilih.

Maka sebelum Ramadhan tahun 2007, ia memutuskan tetap tinggal di Swedia dan terus berdoa meminta pertolongan kepada Allah untuk menunjukkannya jalan terbaik, untuk membantunya memilih yang terbaik untuk kehidupannya. Hingga akhirnya ia merasa nyaman dengan keadaannya dan memilih untuk tetap tinggal dan meninggalkan pekerjaan lamanya. Dan Subhanallah, ketika kau meninggalkan sesuatu untuk Allah, maka Allah akan memberimu yang jauh lebih baik dari yang engkau tinggalkan. Allah memberinya hal yang luar biasa. Ia berfikir untuk membagi kisahnya kepada anak muda yang lain, dan berfikir bagaimana cara terbaik yang bisa ia gunakan. Dan betapa Allah memberikan yang jauh lebih baik kepadanya. Ia bertemu dengan seseorang yang mengetahui perusahaan "awakening records", tempat ia bekerja saat ini. Ia mendatangi perusahaan itu, dan awakening records menyukai karyanya. Dan memang sekali lagi, Subhanallah, Allah membukakan jalan yang jauh lebih baik untuknya. Mulailah ia menggarap albumnya.

"Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan" (Al 'Ankabuut:7)

Subhanallah... Ia meninggalkan hal yang ia cintai untuk Allah, dan Allah memberi cinta yang jauh lebih besar untuknya melalui jalan yang sama(musik) namun dengan cara yang berbeda dan dengan berkah dan rahmat yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Allah jawab doanya, dan Allah membantunya memilih jalan yang benar. Memberikannya "reward" atas apa yang telah dipilihnya. Mempertemukannya dengan orang-orang luar biasa, dan begitulah Allah mengajarkan kita melalui Maher Zain. Karena tidak semua yang menurut kita baik itu baik dimata Allah, akan tetapi Allah tahu yang jauh lebih baik untuk kita.

Bayangkan jika antum berada pada posisinya saat itu. Mendapatkan pekerjaan yang diimpikan banyak orang. Dikelilingi artis terkenal dunia, mendapatkan kemewahan, kesenangan, mampukah menolaknya? Tanpa hidayah dan pertolongan dari Allah, akan sulit bagi kita menolaknya. Namun ketika kita mampu memilih yang terbaik, meninggalkan keburukan untuk kebaikan, meninggalkan maksiat untuk kembali kepada Allah, maka tidak bisa dipungkiri lagi, Allah akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik dan mulia. Maka belajarlah dari sekarang untuk terus memaksimalkan kebaikan pada diri kita, menjauhi segala sesuatu yang memang tidak pernah diperintahkan olehnya, menjalani hidup dengan jalan yang baik dan menghindari keburukan dan kemaksiatan. InsyaAllah kemuliaan, syafaat dan rahmat Allah akan terus mengalir kepada diri kita hingga akhirnya kan bertemu dan berkumpul dengan orang-orang yang kita cintai di syurga nanti. Aamiin...

Wallahua'lam bi showab..
wasslamu'alaikum wrahmatullah...

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

So??
Apa pendapat Anda?

 

FEEDJIT Live Traffic Feed

{Hanyfa} is proudly powered by Blogger.com | Template by Agus Ramadhani | o-om.com