
Rindu dan CintanyaSiapa lagi bidadari dunia
Yang tangannya lembut bagai sutera
Siapa lagi manusia teristimewa
Pembawa syurga selain ia
Siapa lagi yang faham betul arti cinta
Jika bukan insan yang merindu buah hatinya
Permata indah yang tersembahkan,
kala dulu, tangis mulai terdengar
Alunan cinta yang tertembangkan
Dalam masamasa yang lama terekam
Tak mampu jua sadarkan beberapa
insan dusta pembangkang kasihnya
Mungkin aku, dan kau masih tak tahu
Hingga kini cinta yang syahdu
Serta untaian indah puisi kasihnya,
Tersimpan luka dalam, menusuk jiwa
Namun tiada sendu, terlihat darinya
Mungkin angin pun tak rasakan
Kerinduan mendalam di hati terdalam
Pun awan yang ingatkan memori keindahan
Tangan-tangan kecil yang dahulu menyentuhnya pelan
Namun sekarang berganti kekerasan
Bulir itu mungkin sering jatuh dari relung kesepiannya
Desah rindu terbungkam dikelunya lisan
Tiada pernah terlontar harapan
Tiada pula sedikitpun hujan mengabarkan
namun dalam diam ia sematkan cinta
Yang tertitipkan dalam bait puisi doa
Untukmu yang tak pernah meminta
Padamu yang mungkin ingin bersua
Maafkan diri yang tak pernah tahu
Bahwa engkau begitu rindu, ibu

0 komentar:
Posting Komentar
So??
Apa pendapat Anda?