Astaghfirullah...
Baru kali ini sepanjang hidupku kurasakan hal yang sedemikian dalamnya. Kepenatan yang amat sangat, yang membuatku merasa hilang dari peradaban, yang membuatku merasa tak dianggap kehadirannya, yang membuatku lemah, lelah, dan resah. Astaghfirullah...
Kembali kuingat masa semangatku. Segala hal kulakukan bagai tanpa halangan. Dirumah, di sekolah, di organisasi, disegala bidang kulakoni dengan ghiroh yang membuncah, semangat yang membara, namun kini ku tertegun lagi menatap wajah penuh peluh dan penat ini. Apa yang kini bisa kuperbuat? Apa kini yang bisa ku sumbangkan untuk orang lain? Bahkan ku bingung tentang apa yang bisa ku berikan untuk diriku sendiri. Dimana semangatku dulu?
Sering kini ku terdiam dalam ramainya suasana kelas. Sering ku termenung sendiri tanpa fikiran yang jelas. Mau jadi apa aku jika terus begini? Mau dikemanakan segala potensi jika hanya diam tak beraksi? Aku sadar kekeliruanku, namun terasa berat tuk memulai langkah baru.
Malu! Jika ingat semangat yang lalu. Kenapa semakin tinggi pendidikanku, justru semakin lemah perjuanganku? Kenapa semakin banyak ilmu didapat, justru semakin malas raga ini bergerak? Sekali lagi ku bimbang, dimana semangat yang lalu?
SD, SMP, semangat belajarku sungguh membuncah. Mulai SMA, semakin berkurang ghiroh itu. Kini, ketika diri ini berada pada masa kritis, yang seharusnya semakin aktif, eh malah diam pasif tanpa ada lagi jiwa untuk bersaing dari yang lain. Dimana sebenarnya letak kesalahan diri? Apa kurang motivasi? Atau memang tak punya nyali? Entahlah..
Yang jelas, ku ingin kembali bersemangat seperti kemarin. Ingin berkarya seperti yang lain. Memberi pupuk terindah untuk bunga yang kutanam. Namun kini sulit tumbuhkan keikhlasan. Huft...
Allah... Futurkah aku? Ku merasa seperti orang linglung yang tak punya tujuan hidup. Ku rasakan hati ini hampa tak lagi tenang seperti dulu. Impianku yang dulu membuncah, kini bagai impi belaka. Ku tak ingin hati ini keras membatu. Tak ingin jiwa ini hampa bagai kehilanganMu, tak ingin kepenatan ini menghantui dan menjadikan pilu. Tak ingin berhenti disini dan tak hasilkan lagi kreasi. Ya Allah... Kuingin kembali..
Ya Allah... Ku harap kau tumbuhkan lagi ghiroh itu pada hati hambaMu yang lemah ini...
Amin...
(AKQ)

0 komentar:
Posting Komentar
So??
Apa pendapat Anda?