Valentine. Kata yang sudah tidak asing lagi ya sepertinya di telinga kita. Banyak sekali orang yang menganggap dan megesahkan tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang, merayakan Valentine dengan orang terkasih untuk menunjukkan rasa sayang mereka kepadanya. Uh, mereka membeli banyak hadiah untuk menunjukkan cinta mereka. Belinya yang serba pink lagi. Memberikan coklat terenak untuk sang pujaan hati. Weh weh weh.., dompet sampe tipis tu buat beli barang-barang yang kadang gk begitu bermanfaat dan habis sekali happ,. Kan sayang ya??Mending juga uangnya dipake buat yang lebih bermanfaat, beli keperluan sekolah, atau beli buku-buku Islami yang pasti membawa kemashlahatan untuk kita nantinya, yang berguna dunia akhirat. Ya gak???
Ih! Gak gaul banget kalo’ gak ikut Valentine-an.
Ada gak yang bilang begitu? Kalo’ ada, kata-kata itu amat sangat salah besar sekali! (Ribet amat yak..) Orang yang menghalalkan sesuatu, terutama hal yang tidak ada tuntunannya hanya karena ingin dianggap gaul adalah orang yang amat merugi. Rugi rugi rugi! (hehe…) Rugi, karena tanpa sadar ia telah menjual akidahnya kepada sesuatu yang dilarang, sesuatu yang tidak ada tuntunannya. Ia juga rugi, karena meskipun ia seorang muslim, ke-islamannya hanya sebatas ucapan saja, namun dihadapan Allah ia tidak termasuk dalam golongan orang-orang Islam. Naudzubillahmindzalik…
“Barang siapa mengikuti kebiasaan suatu kaum(golongan), maka ia termasuk di dalam golongan kaum tersebut.” (HR Bukhari)
Dalam hadits lain disebutkan,
Kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut memasukinya. Para sahabat lantas bertanya, "Siapa 'mereka' yang baginda maksudkan itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang-orang Yahudi dan Nasrani." (HR. Bukhari)
Nah nah nah… apa antum muanya mau menjadi seperti ntu?? Apakah mau menjadi golongan orang-orang yang musyrik, mengikuti perilaku orang-orang Yahudi dan Nasrani? Uh.., kalo ana sih gak banget ye…
Lho, emangnya siapa yang mengikuti perbuatan orang-orang Yahudi dan Nasrani? Saya kan hanya merayakan hari kasih sayang?
Hmm… ini ni yang namanya gak gaul, melakukan sesuatu tapi gak tahu asal muasal kejadiannya. Setiap kejadian, setiap peristiwa yang dilarang dalam Islam itu pasti punya sebab. Kenapa?? Why?? Kok dilarang??
Untuk tahu sebabnya, baca nih beberapa sejarah tentang “Valentine” yang ana dapet dari beberapa sumber.
SEJARAH VALENTINE I
Valentine itu, sebenarnya adalah nama seorang pemimpin agama katolik dan Valentine telah diberi gelar sebagai orang suci (santo) oleh orang-orang Kristen. (Oh ya??? Trus gimana??) Nah, kisahnya bermula ketika raja Claudius II (268-270 M) mempunyai kebijakan yang melarang prajurit-prajuritnya untuk menikah. Mengapa? Karena menurut raja Claudius II, prajuritnya akan lebih agresif dan potensial dalam berperang jika tidak menikah. Namun, kebijakan ini di tentang oleh Santo Valentine dan Santo Marius, mereka berdua secara diam-diam tetap menikahkan para prajurit dan muda mudi. Tapi, namanya bangkai kan lama kelamaan juga bakalan tercium baunya, begitu juga dengan tindakan mereka bedua ni. Tindakan mereka yang menikahkan muda-mudi ini ketahuan ama sang Raja, Raja Claudius. Sang raja marah dan memutuskan untuk memberikan sangsi kepada Valentine dan Santo Marius. Dan sangsinya adalah... “hukuman mati”(weiks… kesian amat ya??). Sebelum dihukum mati,mereka berdua dipenjarakan dulu di dalam penjara (ya iyalah, masa’ dirumah sakit??). Di dalam penjara itu, Valentine kenalan dengan seorang gadis, ia adalah anak dari salah satu sipir di penjara tersebut. Ternyata gadis ini setia menjenguk Valentine sampai menjelang kematian si Valent. Sebelum dihukum mati,Valentine masih sempat menulis pesan kepada gadis kenalannya, yang isinya :’FROM YOUR VALENTINE’ (weh weh..) Setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius,orang-orang selalu mengingat kedua Santo tersebut dan merayakannya sebagai ekspresi cinta kasih Valentine. Masya Allah…
Dua Ratus tahun kemudian, (lama juga ya) yaitu thn 468 M setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, Paus Galasius meresmikan tgl 14 febuari 496 sbgai hari Valentine.
Kalo’ dicerna, ternyata dari sejarah pertama ini, hari Valentine hanyalah hari untuk mengenang kematian dua orang santo (orang suci Kristen) yang berkorban jiwa. Ish ish ish…
SEJARAH VALENTINE II
Sejarah lain mengatakan, bahwa dulu, dimasa Romawi kuno, tanggal 14 Februari adalah hari raya untuk memperingati dewi Juno, yang mereka anggap sebagai ratu dari segala dewa. Mereka (maksudnya bangsa Romawi kuno) meyakini bahwa dewi Juno adalah dewi cintanya kaum perempuan. Trus??? Pada tanggal 14 Februari itu, orang-orang Romawi kuno mengadakan perayaan untuk memperingati dewi Juno dengan cara memisahkan kaum adam dan kaum hawa. Kemudian mereka tulis nama-nama remaja perempuan pada potongan kertas lalu digulung dan dimasukkan ke dalam botol. Habis itu tu.., para lelaki mengambil satu botol berisi nama seorang gadis dan mereka mendapatkan pasangan sesuai dengan nama yang ada dibotol itu. Kalo’ mereka anggap cocok, maka mereka akan langsung mengadakan pernikahan. Huh, kayak undian aja ya..?
Dari kedua sejarah itu, dapat kita ambil kesimpulan bahwa Valentine adalah:
- Ritual yang bersumber dari Kristen yg dikukuhkan oleh Paus Galasius untuk mengenang orang suci Kristen yaitu Santo Valentine dan Santo Marius
- Ritual orang-orang Romawi kuno yg pagan (penyembah berhala) untuk memperingati dewi Juno yaitu ratu dari segala dewa bagi perempuan dan perkawinan (dewi Cinta)
- Ritual bangsa Eropa pada abad pertengahan untuk mencari jodoh
- Media Barat untuk mengkokohkan cengkraman peradaban Barat.
Dari keempat jatidiri Valentine tersebut, tidak satupun yang tidak bertentangan dengan ajaran islam alasannya :
- Valentine merupakan ritual agama Kristen, sehingga Valentine merupakan ibadah bagi agama Kristen, buktinya ritual Valentine tersebut dikukuhkan oleh seorang Paus yaitu Paus Galasius untuk memperingati dua orang yang diberi gelar orang suci oleh orang-orang Kristen. Bagi Muslim yang merayakan Valentine sama saja mengikuti peribadatan orang Kristen seperti hadits diawal pembahasan kita tadi. Di samping itu ada bahaya yg lain yaitu sinkretisasi antara agama islam dan Kristen. Allah telah memerintahkan kita untuk tidak mencampuradukan ajaran islam dengan ajaran manapun termasuk Kristen.
“Bagimu agamamu,Bagiku agamaku” (Q.S 109,Al-kafirun :1-6) - Valentine untuk memperingati dewi Juno adalah ritual yg dilakukan oleh orang romawi kuno yang menyembah barhala/dewa, sehingga mengikuti ritual ini dpt bernilai kesyirikan. Antum tidak mau dibilang syirik? Gak usah ngikut ngerayain ya..
“Bedakan diri kalian dari orang-orang Musyrik” (HR.Bukhari-Muslim) - Valentine sebagai sarana mencari jodoh oleh orang Eropa, mereka percaya bahwa kasih sayang akan mulai bersemi pada tanggal 14 febuari. Ini ni yang aneh, kasih sayang mah bisa bersemi kapan aja, tiap hari, tiap waktu, tiap detik, kapanpun waktunya, kita bisa menumbuhkan rasa sayang, ya gak?? Gak mesti dan gak harus ketika 14 Februari. TAHAYUL adalah satu kesyirikan, sehingga haram hukumnya bagi umat islam untuk mengikutinya.
- Valentine sebagai media barat telah diakui daya rusaknya terhadap tatanan masyarakat islam. Mengikuti Valentine bukan saja sekedar untuk menyatakan kasih sayang, tetapi juga pesta yg mau tidak mau harus mengikuti budaya yang lainnya, seperti pergaulan bebas, fashion, pakaian minim, ciuman antara laki-laki dan perempuan yg bukan muhrimnya, hidup glamour, materialistis, dansa-dansa, mengumbar nafsu,dll. Na’udzubillahmindzalik…
Banyak versi dari cerita mengenai sejarah Valentine ini, tapi pada dasarnya, semua cerita itu mengarah pada inti yang sama bahwasanya VD (Valentine Day) tidak memiliki nilai keislaman sama sekali, dan merupakan budaya dari bangsa-bangsa yang Jahil.
Intinya, Valentine day hanyalah sebuah kedok untuk menghancurkan akidah kita, akidah umat muslim. Kasih sayang tidak hanya bisa diberikan pada saat Valentine saja, namun rasa sayang kita kepada sesama (sebagai umat islam), kepada keluarga kita, bisa kita berikan kapanpun kita mau. Dan yang terpenting, kasih sayang yang paling sempurna, paling mulia, paling tinggi nilainya adalah kasih sayang dari Sang Pencipta. Jangan sampai kita menyayangi ciptaanya namun kita melupakan penciptanya. Melupakan sang penggenggam nyawa, Allah SWT.
Sekali lagi ana tegaskan, jangan kita ikuti budaya-budaya yang menjerumuskan akidah kita. Jangan kita ikuti ritual-ritual yang sesat. Jangan kita campuradukkan Islam dengan agama-agama lain. Karena sekali lagi, barang siapa menyerupai suatu kaum,ia akan termasuk golongan mereka. So, jika antum adalah seorang muslim sejati, dan gak mau menjadi salah satu dari golongan-golongan yang musyrik, jauhi deh yang namanya Valentine…
OK???












0 komentar:
Poskan Komentar
So??
Apa pendapat Anda?